JURAGANQQ LOUNGE – Berbagai* Herbal untuk Menjaga Kesehatan Hati,Hati atau liver adalah organ penting tubuh yang melakukan lebih dari 500 fungsi vital.
Teh hijau

Teh hijau dan senyawa polifenol utamanya, epigallocatechin-3-gallate (EGCG), sering di masukkan dalam tinjauan literatur yang berfokus pada pengobatan herbal untuk kondisi hati.
Menurut studi terhadap 80 orang dengan Berbagai* penyakit hati berlemak nonalkohol dalam International Journal of Preventive Medicine (2016). Maka di temukan bahwa suplementasi 500 mg ekstrak teh hijau per hari selama 90 hari secara signifikan mengurangi penanda kerusakan hati ALT dan aspartat aminotransferase (AST).
Ginseng
Ginseng adalah suplemen herbal populer berkat sifat antiinflamasinya yang kuat. Sejumlah penelitian tabung dan hewan telah menunjukkan bahwa ginseng memiliki efek antioksidan. Selain itu
Dan dapat membantu melindungi terhadap cedera hati yang di sebabkan oleh Berbagai* virus, racun. Plus, itu dapat meningkatkan regenerasi sel hati setelah operasi, menurut studi dalam Journal of Ginseng Research (2017).
Kunyit

Penelitian awal menunjukkan bahwa kunyit mungkin berguna dalam pengobatan hepatitis B dan hepatitis C. Misalnya, dalam sebuah studi dalam Journal of Ethnopharmacology (2009) pada sel-sel hati, para peneliti menemukan bahwa ekstrak kunyit membantu menghentikan replikasi virus hepatitis B.
Sebuah studi tabung reaksi dalam jurnal FEBS Letters (2009) menunjukkan bahwa ekstrak kunyit dapat membantu menekan replikasi virus hepatitis C.
Bawang putih
Bawang putih di kemas dengan senyawa tanaman antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, seperti allicin, alliin, dan ajoene yang dapat membantu mendukung kesehatan hati.
Selain itu Sebuah studi (2020) terhadap 98 orang dengan penyakit hati berlemak nonalkohol menemukan bahwa mengonsumsi 800 mg bubuk bawang putih per hari. Selama 15 minggu mengalami penurunan yang signifikan dalam kadar ALT, AST, kolesterol jahat (LDL), dan trigliserida di bandingkan kelompok plasebo.
Jahe
Sebuah studi 12 minggu pada 46 orang dalam jurnal Clinical and Experimental Gastroenterology (2020).
Maka Studi lain dalam jurnal Hepatitis Monthly (2016) menemukan hasil serupa. Orang dengan penyakit hati berlemak nonalkohol yang d iberikan 2 gram jahe selama 12 minggu mengalami penurunan signifikan pada ALT. GGT, penanda inflamasi, dan akumulasi lemak di hati, di banding kelompok plasebo. JURAGANQQ